Home Informasi tentang sertifikasi guru di Rayon 125 Universitas Tadulako http://rayon125.org/index.php/home Sat, 19 Apr 2014 16:49:44 +0000 Joomla! 1.5 - Open Source Content Management en-gb Alokasi Tunjangan Sertifikasi Guru http://rayon125.org/index.php/home/141-alokasi-tunjangan-sertifikasi-guru http://rayon125.org/index.php/home/141-alokasi-tunjangan-sertifikasi-guru Pemerintah alokasikan anggaran sebesar Rp. 56,136 triliun untuk membayar tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD)untuk tahun 2014. Alokasi ini sangat besar di bandingkan dengan tahun sebelumnya, ini dikarenakan anggaran tersebut termasuk tunjangan yang belum di bayarkan pada tahun 2010-2013 dan sisa dana yang masih terdapat di rekening kas umum daerah sampai dengan 2013.

Sehingga hal ini menunjukkan bahwa pada tahu 2010 sampai dengan 2013 masih ada tunjangan profesi guru yang belum dibayarkan. Dalam Peratuan Menteri Keuangan (MPK) Nomor 61/PMK.07/2014 yang di tandatangani oleh menteri keuangan M. Chatib Basri pada tanggal 3 April 2014 disebutkan penyaluran Tunjangan Profesi Guru PNSD dilaksanakan secar triwulan, yaitu pada (1) triwulan I paling lambat minggu terakhir April 2014;(2) Triwulan II paling lambat minggu terakhir Juni, (3) Triwulan III, paling lambat Oktober, dan (4) Triwulan IV paling Lambat Desember 2014.

]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Sun, 13 Apr 2014 06:50:38 +0000
Tunjangan Sertifikasi Guru Segera di Bayarkan http://rayon125.org/index.php/home/140-tunjangan-sertifikasi-guru-segera-di-bayarkan http://rayon125.org/index.php/home/140-tunjangan-sertifikasi-guru-segera-di-bayarkan Sehubungan dengan pembayaran sertifikasi guru di seluruh Indonesia, pemerintah pusat akan melakukan pembayaran secepatnya. Salah satu sayarat yang dibutuhkan untuk melakukan pencairan adalah SK Penerima Tunjangan Profesi. Berdasarkan Informasi yang kami peroleh bahwa SK Penerima Tunjangan Profesi sudah dikirimkan melalui format pdf secara Online ke Kabupaten/Kota mulai tanggal 5 April 2014.

Kabupaten/Kota akan mulai memproses pencairan tgl 7 April 2014. 

Sumber 

https://www.facebook.com/dikti?hc_location=timeline

]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Tue, 08 Apr 2014 03:13:58 +0000
Daftar Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2014 http://rayon125.org/index.php/home/139-daftar-peserta-sertifikasi-guru-tahun-2014 http://rayon125.org/index.php/home/139-daftar-peserta-sertifikasi-guru-tahun-2014 Peserta sertifikasi adalah calon peserta dengan status verifikasi sebelumnya sudah diverifikasi dan memenuhi persyaratan sesuai buku satu penetapan peserta sertifikasi 2014 dan bagi pengawas diangkat sebelum 1 Januari 2009.

Calon peserta tidak dimasukan kedalam kategori sebagai peserta sertifikasi jika salah satu kriteria berikut dipenuhi :

Usia tidak rasional, usai pertamakali mengajar <18th. Pada keterangan informasi detail peserta ditandai dengan Usia tidak rasional.

Bidang studi sertifikasi tidak sesuai buku 1 tahun 2014. Pada keterangan informasi detail peserta ditandai dengan Bidang Studi Sertifikasi Salah.

Bidang studi sertifikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) [224] atau Guru Berlatar Belakang TIK [488], untuk bidang studi tersebut belum dapat dilakukan sertifikasi guru tahun 2014 mengingat belum ada petunjuk teknis beban kerja guru TIK.

Tindak Lanjut

Bagi peserta sertifikasi periksa kembali kebenaran bidang studi sertifikasi untuk diperbaiki jika diperlukan melalui operator AP2SG dinas kabuptaten/kota. Lengkapi dokumen pendukung jika belum lengkap. Menunggu tahap selanjutnya yaitu cetak dokumen A1.

Bagi calon peserta dengan usia tidak rasional, lakukan perbaikan TMT Pendidik melalui operator AP2SG dinas kabuptaten/kota dengan menyertakan bukti dokumen fisik data sebenarnya.

Bagi calon peserta dengan bidang studi tidak sesuai buku 1, lakukan perbaikan bidang studi sertifikasi melalui operator AP2SG dinas kabuptaten/kota.

Bagi pengawas jika ada kesalahan TMT Pengawas, tanggal mulai diangkat sebagai pengawas, lakukan perbaikan TMT Pengawas melalui operator AP2SG dinas kabuptaten/kota.

Bagi guru tidak lulus sertifikasi 2013, peserta UKG 2013, dan atau peserta UKG 2014 belum verifikasi data segera lengkapi dokumen pendukung ke dinas kabupaten/kota masing-masing.

Selanjutnya untuk mengecek nama peserta kunjungi http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/ akan tampil seperti berikut :

sergur

Langkah selanjutnya adalah dengan mengklik Kriteria untuk mencari berdasarkan kabupaten kota dan klik pencarian untuk mencari berdasarkan NUPTK, tampilan seperti berikut :

Pencarian :

sergur2

Selanjutnya masukkan NUPTK anda lalu klik tanda search

Kriteria :

sergur1

Selanjutnya pilih Provinsi, dan setelah itu pilih kbapaten kota seperti gambar berikut :

sergur3

Setelah dapat klik tampilkan, dan akan menampilkan data guru berdasarkan kabupaten/kota yang dipilih seperti pada gambar berikut :

sergu4

Data yang ditampilkan diurutkan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh sistem sertifikasi guru.

Anda dapat membaca :

Perhitungan Masa Kerja Peserta Sertifikasi Guru  

Penetapan Peserta Sertifikasi Guru

]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Sun, 06 Apr 2014 00:11:05 +0000
Perhitungan masa kerja peserta sertifikasi guru tahun 2014 http://rayon125.org/index.php/home/138-perhitungan-masa-kerja-peserta-sertifikasi-guru-tahun-2014 http://rayon125.org/index.php/home/138-perhitungan-masa-kerja-peserta-sertifikasi-guru-tahun-2014 Contoh perhitungan masa kerja peserta sertifikasi guru tahun 2014.

Berikut adalah contoh perhitungan masa kerja untuk dapat mengikuti program sertifikasi guru tahun 2014. Contoh diberikan sebagai pedoman bagi guru agar dapat melengkapi dokumen, dan di jadikan sebagai pedoman dalam mengikuti sertifikasi tahun 2014

Contoh 1

Guru “G” adalah seorang guru PNS yang memiliki masa kerja selama 10 tahun 5 bulan, namun guru “G” tersebut sebelum diangkat PNS telah mengajar sebagai tenaga honorer di sebuah SD selama 5 tahun 2 bulan. Masa kerja guru “G” dihitung kumulatif semenjak yang bersangkutan bertugas sebagai guru yaitu 15 tahun 7 bulan. Bukti masa kerja guru honorer berupa SK Kepala Sekolah (SK Pengangkatan dan atau SK Beban Mengajar) tempat guru yang bersangkutan saat menjadi guru honorer.

Contoh 2

Guru “R” adalah guru bukan PNS yang sudah bekerja di beberapa SMP swasta sejak bulan Januari 1990 sehingga jika dihitung secara kumulatif masa kerja guru “R” sampai bulan Juni 2013 adalah 12 tahun 6 bulan. Namun, guru “R” tersebut pada tahun 2005-2012 tidak mengajar selama 24 bulan karena alasan keluarga. Masa kerja guru “R” sesungguhnya adalah 10 tahun 6 bulan setelah dikurangi 24 bulan tidak mengajar. Bagi guru bukan PNS harus ada bukti fisik dalam bentuk SK penugasan dari setiap sekolah tempat dia bertugas.

Contoh 3

Guru “H” adalah seorang guru PNS lahir pada 24 Januari 1985, diangkat menjadi CPNS Desember tahun 2009, lulus S-1 Oktober tahun 2008. Guru “H” melampirkan SK pertama mengajar sebagai guru tidak tetap yayasan tahun 2003 di salah satu SMA Swasta. Guru “H” pada tahun 2003 mengajar dengan menggunakan kualifikasi akademik SMA, maka pengalaman mengajar dengan SK ini TIDAK dapat diterima. Masa kerja guru “H”dihitung sejak yang bersangkutan memiliki kualifikasi S-1 yaitu 1 Oktober 2008. Masa kerja guru “H” sampai Desember tahun 2013 (pada saat mendaftar sebagai peserta sertifikasi) adalah 4 tahun 2 bulan

Contoh 4

Guru ”I” adalah seorang guru PNS lahir pada 9 Juli 1980, diangkat menjadi CPNS tahun 2010, lulus S-1 Oktober tahun 2008, dan yang bersangkutan sudah memiliki ijazah D-III pada tahun 2002. Guru “I” melampirkan SK pertama mengajar sebagai guru honorer 1 Agustus tahun 2003 di salah satu SMA Negeri, maka masa kerja dengan SK ini DAPAT dihitung karena ketika mengajar di SMA yang bersangkutan menggunakan ijazah D-III. Masa kerja guru “H” sampai Desember tahun 2013 (pada saat mendaftar sebagai peserta sertifikasi) adalah 10 tahun 4 bulan

]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Sun, 23 Mar 2014 06:01:48 +0000
Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2014 http://rayon125.org/index.php/home/137-peserta-sertifikasi-guru-dalam-jabatan-tahun-2014 http://rayon125.org/index.php/home/137-peserta-sertifikasi-guru-dalam-jabatan-tahun-2014 Sasaran

Sasaran peserta sertifikasi guru dalam jabatan adalah guru yang memenui persyaratan. Jumlah sasaran secara nasional ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk sasaran guru PNS dan guru bukan PNS pada semua jenjang pendidikan baik negeri maupun swasta di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sasaran peserta sertifikasi guru per provinsi dan per kabupaten/kota akan ditentukan kemudian setelah proses uji kompetensi guru selesai dilaksanakan. Sasaran peserta sertifikasi guru termasuk guru yang bertugas di sekolah Indonesia di luar negeri (SILN).

Distribusi Sasaran Peserta Sertifikasi Guru

Distribusi sasaran peserta sertifikasi guru untuk masing-masing kabupaten/kota mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:

  • (1) Keseimbangan, ditinjau dari aspek usia peserta.
  • (2) Keadilan, ditinjau dari proporsional jumlah peserta terhadap sasaran nasional.

Penetapan distribusi sasaran peserta sertifikasi guru per kabupaten/kota akan dilakukan oleh sistem aplikasi penetapan peserta sertifikasi guru (AP2SG) berdasarkan pertimbangan tersebut di atas.

Persyaratan Peserta

Persyaratan Umum

  • 1. Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dan masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kecuali guru Pendidikan Agama. Sertifikasi bagi guru Pendidikan Agama dan semua guru yang mengajar di madrasah diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Kementerian Agama (Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal PMPTK dan Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/ 2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007).
  • 2. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.
  • 3. Guru yang BELUM memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila pada 30 November 2014 jika sudah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a (dibuktikan dengan SK kenaikan pangkat).
  • 4. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan: (1) diangkat menjadi pengawas satuan pendidikan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), dan (2) memiliki usia setinggi-tingginya 50 tahun pada saat diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan.
  • 5. Sudah menjadi guru pada suatu satuan pendidikan (PNS atau bukan PNS) pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan tanggal 30 Desember 2005.
  • 6. Guru bukan PNS pada sekolah swasta yang memiliki SK sebagai guru tetap minimal 2 tahun secara terus menerus dari penyelenggara pendidikan (guru tetap yayasan), sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK dari Bupati/Walikota
  • 7. Pada tanggal 1 Januari 2015 belum memasuki usia 60 tahun.
  • 8. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. Jika peserta diketahui sakit pada saat datang untuk mengikuti PLPG yang menyebabkan tidak mampu mengikuti PLPG, maka LPTK berhak melakukan pemeriksaan ulang terhadap kesehatan peserta tersebut. Jika hasil pemeriksanaan kesehatan menyatakan peserta tidak sehat, LPTK berhak menunda atau membatalkan keikutsertaannya dalam PLPG.
  • 9. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).

Persyaratan Khusus untuk Guru yang mengikuti Pemberian Sertifikat secara Langsung (PSPL)

  • 1. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki kualifikasi akademik magister (S-2) atau doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya, atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan golongan sekurang-kurangnya IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b.
  • 2. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c.

Penetapan Peserta

Ketentuan Umum

  • 1. Semua guru yang memenuhi persyaratan sebagaimana tersebut di atas mempunyai kesempatan yang sama untuk ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru.
  • 2. Guru yang sudah mengikuti sertifikasi guru tetapi diskualifikasi pada tahun pelaksanaan sebelumnya karena pemalsuan dokumen, yang bersangkutan kehilangan hak sebagai peserta sertifikasi guru sebagaimana Pasal 63 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008.
  • 3. Guru yang tidak lulus sertifikasi guru tahun 2013 DAPAT menjadi peserta tahun 2014.
  • 4. Guru yang sudah terdaftar sebagai peserta sertifikasi guru tahun 2013 tetapi tidak dapat mengikuti atau menyelesaikan proses sertifikasi tahun 2013 dapat menjadi peserta sertifikasi tahun 2014.
  • 5. Calon peserta sertifikasi guru tahun 2014 tidak akan dialihtugaskan pada jabatan lain, baik fungsional maupun struktural pada tahun 2014.
  • 6. Penetapan peserta dilakukan secara berkeadilan dan transparan melalui online system dengan menggunakan Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru (AP2SG). Daftar rangking bakal calon peserta sertifikasi guru diumumkan oleh BPSDMPK-PMP melalui situs www.sergur.kemdiknas.go.id
  • 7. Dinas pendidikan kabupaten/kota dapat menghapus calon peserta yang sudah tercantum namanya dalam daftar calon peserta sertifikasi guru atas persetujuan LPMP dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan yaitu:  meninggal dunia, sakit permanen, melakukan pelanggaran disiplin, mutasi ke jabatan selain guru, mutasi ke kabupaten/kota lain, mengajar sebagai guru tetap di Kementerian lain, pensiun, mengundurkan diri dari calon peserta, sudah memiliki sertifikasi pendidik (guru) baik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun di Kementerian lain.

Urutan Prioritas Penetapan Peserta

Guru yang dapat langsung menjadi peserta sertifikasi guru adalah sebagai berikut :

  • 1. Peserta sertifikasi tahun 2013 yang tidak lulus, tidak hadir dan peserta yang hadir tetapi tidak mampu menyelesaikan PLPG dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • 2. Guru yang telah mengikuti UKG tahun 2013, tapi belum mengikuti proses sertifikasi 2013.
  • 3. Semua guru yang diangkat dalam jabatan pengawas yang memenuhi persyaratan dan belum memiliki sertifikat pendidik.
  • 4. Semua guru yang mengajar di daerah perbatasan, terdepan, terluar yang memenuhi persyaratan,

Guru lainnya yang tidak termasuk ketentuan di atas ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru berdasarkan kriteria urutan prioritas sebagai berikut: (1) usia, (2) masa kerja, (3) pangkat dan golongan.

Penjelasan kriteria urutan prioritas penetapan peserta adalah sebagai berikut.

Usia

Usia dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam akta kelahiran atau bukti lain yang sah.

Masa kerja sebagai guru

Masa kerja dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS.

Pangkat/Golongan

Pangkat/golongan adalah pangkat/golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sertifikasi guru. Kriteria ini adalah khusus untuk guru PNS atau guru bukan PNS yang telah memiliki SK Inpassing

Data peserta sertifikasi guru sesuai dengan urutan di atas akan ditampilkan pada AP2SG untuk dijadikan dasar penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2014.


]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Sun, 23 Mar 2014 03:55:45 +0000
Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi 2014 http://rayon125.org/index.php/home/136-pedoman-penetapan-peserta-sertifikasi-2014 http://rayon125.org/index.php/home/136-pedoman-penetapan-peserta-sertifikasi-2014 Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Lebih lanjut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendefinisikan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Sebagai tenaga profesional, guru diharapkan dapat meningkatkan martabat dan perannya sebagai agen pembelajaran. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan.  Pelaksanaan sertifikasi guru dimulai sejak tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Landasan hukum yang digunakan

sebagai dasar penyelenggaraan sertifikasi guru sejak tahun 2009 adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Tahun 2014 merupakan tahun kedelapan pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan.

Mengacu hasil evaluasi pelaksanaan sertifikasi guru tahun sebelumnya dan didukung dengan adanya beberapa kajian/studi, maka dilakukan beberapa perubahan mendasar pada pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2014, khususnya proses penetapan dan pendaftaran peserta. Perubahan-perubahan tersebut antara lain perekrutan peserta sertifikasi guru adalah mereka yang sudah mengikuti UKG tahun 2013 dan yang akan mengkuti UKG 2014. Penetapan sasaran/kuota per provinsi dan kabupaten/kota berdasarkan keseimbangan usia dan masa kerja.

Pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2014 dimulai dengan pembentukan panitia pelaksanaan sertifikasi guru di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pendataan peserta dan penetapan peserta. Agar seluruh pihak yang terkait pelaksanaan sertifikasi guru mempunyai pemahaman yang sama tentang kriteria dan proses penetapan peserta sertifikasi guru, maka perlu disusun Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2014.

Dasar Hukum

Dasar hukum yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2014 adalah sebagai berikut :

  • 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  • 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  • 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  • 4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.
  • 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru.
  • 6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan.

Tujuan

Pedoman penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan untuk pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2014 mempunyai tujuan sebagai berikut :

  • 1. Sebagai acuan bagi pihak terkait dalam melakukan proses penetapan peserta sertifikasi guru secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • 2. Memberikan informasi kepada masyarakat luas agar dapat memantau pelaksanaan penetapan peserta sertifikasi guru di wilayahnya.

Sasaran

Sasaran pedoman penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2014 adalah sebagai berikut :

  • 1. Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru1;
  • 2. Dinas Pendidikan Provinsi;
  • 3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
  • 4. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan;
  • 5. Pengawas Sekolah;
  • 6. Kepala Sekolah;
  • 7. Guru; dan
  • 8. Masyarakat.

Ruang Lingkup Pedoman

Pedoman ini memberikan informasi kepada semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan sertifikasi guru tentang beberapa hal sebagai berikut.

  • 1. Alur sertifikasi guru
  • 2. Sasaran peserta
  • 3. Persyaratan peserta
  • 4. Proses penetapan peserta sertifikasi guru.
  • 5. Prosedur operasional standar.
  • 6. Jadwal pelaksanaan.

Alur Sertifikasi Guru Dalam Jabatan

  • 1. Guru berkualifikasi akademik S-2/S-3 dan sekurang-kurangnya golongan IV/b atau guru yang memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c,  mengumpulkan dokumen2 untuk diverifikasi asesor Rayon LPTK sebagai persyaratan untuk menerima sertifikat pendidik secara langsung. Penyusunan dokumen mengacu pada Pedoman Penyusunan Portofolio (Buku 3). LPTK penyelenggara sertifikasi guru melakukan verifikasi dokumen. Apabila hasil verifikasi dokumen, peserta dinyatakan memenuhi persyaratan (MP) maka yang bersangkutan memperoleh sertifikat pendidik. Sebaliknya, apabila tidak memenuhi persyaratan (TMP), maka guru wajib mengikuti uji kompetensi awal. Guru yang lulus menjadi peserta sertifikasi pola PLPG dan yang tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya.
  • 2. Guru berkualifikasi S-1/D-IV dan belum S-1.D-IV dapat memilih pola PF3 atau PLPG sesuai kesiapannya
  • 3. Bagi guru yang memilih pola PF, mengikuti prosedur sebagai berikut
  •  

    • a. Menyusun portofolio dengan mengacu Pedoman Penyusunan Portofolio (Buku 3).
    • b. Portofolio yang telah disusun diserahkan kepada LPMP setempat melalui dinas pendidikan kabupaten/kota untuk dikirim ke LPTK sesuai program studi.
    • c. Apabila hasil penilaian portofolio peserta sertifikasi guru dapat mencapai batas minimal kelulusan (passing grade), dilakukan verifikasi terhadap portofolio yang disusun. Sebaliknya, jika hasil penilaian portofolio peserta sertifikasi guru tidak mencapai passing grade, guru wajib mengikuti uji kompetensi awal. Apabila lulus, guru tersebut menjadi peserta sertifikasi pola PLPG dan apabila tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya.
    • d. Apabila skor hasil penilaian portofolio mencapai passing grade, namun secara administrasi masih ada kekurangan maka peserta harus melengkapi kekurangan tersebut (melengkapi administrasi atau MA3) untuk selanjutnya dilakukan verifikasi terhadap portofolio yang disusun.
    • e. Apabila hasil verifikasi dinyatakan lulus, guru yang bersangkutan memperoleh sertifikat pendidik. Sebaliknya, apabila verifikasi portofolio tidak lulus, maka guru wajib mengikuti uji kompetensi awal. Apabila lulus, guru tersebut menjadi peserta sertifikasi pola PLPG dan apabila tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya.

     

  • 4. Peserta yang memilih pola PLPG wajib mengikuti uji kompetensi awal. Pelaksanaan PLPG ditentukan oleh Rayon LPTK sesuai ketentuan yang tertuang dalam Rambu-Rambu Penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (Buku 4).
  • 5. PLPG diakhiri dengan uji kompetensi. Peserta yang lulus uji kompetensi berhak mendapat sertifikat pendidik dan peserta yang tidak lulus diberi kesempatan mengikuti satu kali ujian ulang. Apabila peserta tersebut lulus dalam ujian ulang, berhak mendapat sertifikat pendidik dan apabila tidak lulus mengikuti pembinaan dari dinas pendidikan kabupaten/kota atau mengembangkan diri secara mandiri untuk mempersiapkan diri untuk menjadi peserta sertifikasi tahun berikutnya.
]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Mon, 17 Mar 2014 01:51:52 +0000
Pembayaran Sertifikasi Guru Tahun 2014 http://rayon125.org/index.php/home/135-pembayaran-sertifikasi-guru-tahun-2014 http://rayon125.org/index.php/home/135-pembayaran-sertifikasi-guru-tahun-2014 REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Irjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Haryono Umar, meminta agar tunjangan sertifikasi guru sebesar Rp 8 triliun lebih segera dibayarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada para guru di berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia. 

Sejak 2010, masih banyak guru SD, SMP, SMA di berbagai kota/kabupaten yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi guru.  Kemendikbud, ujar Haryono, sudah melakukan tiga kali pemetaan, monitoring, dan audit terhadap tunjangan sertifikasi guru. 

“Selain itu berdasarkan data yang diperoleh Kemdikbud, Kemenkeu, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  tunjangan sertifikasi guru yang belum dibayarkan saat ini mencapai Rp 8 triliun lebih,” ujarnya di Jakarta, Senin, (6/1). 

Kemarin, kata Haryono, sempat ada wacana untuk melakukan verifikasi dulu terhadap tunjangan sertifikasi guru yang belum dibayar. Kalau seperti itu, kasihan gurunya sebab sekarang sudah 2014, padahal ada guru yang tunjangannya belum dibayar sejak 2010.

“Hak guru harus segera dibayarkan. Kalau nanti ada kekurangan, bisa ditambahkan lagi pembayarannya, yang penting tunjangan sertifikasi guru harus dibayarkan sekarang berdasarkan data yang ada terlebih dulu,”  ujar Haryono.

Nanti, lanjutnya, kalau hak guru sudah dibayarkan, terang Haryono, baru bersama-sama dilakukan verifikasi lagi terhadap data tunjangan sertifikasi guru. Sebab, verifikasi itu bisa dilakukan bertahun-tahun, tidak adil kalau gurunya harus menunggu padahal mereka memiliki kebutuhan juga.

Utang pemerintah, kata Haryono, kepada guru harus segera dibayarkan. Kemenkeu harus menganggarkan untuk itu. Kalau pun Kemenkeu sudah melakukan transfer tunjangan sertifikasi guru dan mengendap di pemda-pemda, ujar Haryono, maka uangnya tidak akan ke mana-mana, bisa dikembalikan lagi ke Kemenkeu. Intinya, Kemenkeu harus segera membayarkan tunjangan sertifikasi guru. 

Penyaluran / Pencairan Tunjangan Profesi (Sertifikasi) Guru seperti tahun sebelumnya akan dilaksanakan secara triwulanan, yaitu Triwulan I paling lambat bulan Maret 2014; Triwulan II paling lambat bulan Juli 2014; Triwulan III paling lambat bulan September 2014; dan Triwulan IV paling lambat bulan November 2014.

Berdasarkan informasi terbaru akan dilakukan percepatan pembayaran / pencairan tunjangan profesi / sertifikasi guru yang biasanya dibayar pada minggu ke 2 bulan April khusus untuk tahun 2014 tunjangan profesi guru akan dibayar lebih awal yaitu pada minggu ke 4 bulan Maret oleh karena itu diberitahukan kepada semua operator sekolah untuk segera melakukan syncron /update data semester 2 ( genap) sehingga pada minggu ke 4 Maret semua guru bisa menerima tunjangan profesinya. Sumber: http://www.ansjakbar.org/ans/

Kabar baik datang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Terkait dengan mengendapnya uang tunjangan profesi pendidik (TPP) sebesar Rp 8 triliun lebih, diperkirakan cair Maret 2014. Guru-guru yang selama ini tertunda pembayaran TPP-nya, akan dibayar rapel.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Haryono Umar menuturkan, kabar pencairan TPP pada Maret 2014 ini merupakan perkembangan dari kerjasama mereka dengan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan). "BPKP sudah menyelesaikan audit tentang guru-guru yang berhak menerima TPP," tandasnya.

Dengan tuntasnya audit dari BPKP itu, Haryono mengatakan pemda sudah bisa mencairkan uang TPP yang mengendap dalam kurun waktu 2010 hingga 2013 itu. Sebelumnya pemda belum berani mengeluarkan uang tersebut, karena takut disalurkan kepada guru yang tidak berhak menerima TPP.

Khusus untuk Pencairan tunjangan profesi / sertifikasi guru itu secara rutin untuk triwulan 1, 2, 3 dan 4 itu sendiri sekalipun masih menunggu keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Tahun 2014 tentang Tunjangan Prosesi Guru / Tunjangan Sertifkasi Guru, namum sudah ditegaskan kemdikbud bahwa penyaluran / pencairan Tunjangan Profesi (Sertifikasi) Guru akan dilaksanakan secara triwulanan, yaitu Triwulan I paling lambat bulan Maret 2014; Triwulan II paling lambat bulan Juli 2014; Triwulan III paling lambat bulan September 2014; dan Triwulan IV paling lambat bulan November 2014.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA di hadapan peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan pada Jumat, 7 Maret 2014 menyampaikan bahwa tunjangan guru triwulan I yang ditangani Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan cair pada akhir Maret 2014. Tunjangan tersebut seperti tunjangan profesi, tunjangan kualifikasi, dan tunjangan guru daerah khusus.

Untuk tunjangan profesi, lanjutnya, dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu bagi guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS. Penyaluran tunjangan guru PNS menggunakan mekanisme transfer daerah. Artinya, dana dari Pusat disalurkan ke Kas Umum Daerah tingkat kabupaten/kota kemudian Kabupaten/Kota menyalurkannya ke guru. Sedangkan untuk non PNS, uangnya masuk di dalam DIPA Kementerian. Kemdikbud seperti dirilis dalam website http://dikdas.kemdibud.go.id bertekad menyalurkan tunjangan profesi dengan prinsip 3T; yakni Tepat Waktu, Tepat Jumlah, dan Tepat Sasaran. Sistematika dibuat dengan target dana tunjangan dapat disalurkan di akhir bulan ke-3 pada penyaluran triwulan I dan paling lambat minggu I di awal triwulan ke-2.

Sambil menunggu dikeluarkannya Surat Keputusan Penetapan Tunjangan Profesi Guru (SKTP) dan Keputusan Menteri Keuangan (PMK) Tahun 2014 tentang Tunjangan Profesi Guru, sebaiknya para guru tersertifikasi segera mengecek data guru dan sekaligus segera mencoba mengecek SKTP masing-masing. - See more at: http://ainamulyana.blogspot.com/

 

]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Fri, 14 Mar 2014 23:43:48 +0000
Jadwal PLPG Tahun 2014 http://rayon125.org/index.php/home/134-jadwal-plpg-tahun-2014 http://rayon125.org/index.php/home/134-jadwal-plpg-tahun-2014 Pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud) telah menyusun jadwal pelaksanaan sertifikasi guru 2014 mulai dari pendataan calon peserta sertifikasi 2014 hingga pelaporan hasil pelaksanaan sertifikasi guru 2014. Saat ini proses pendataan sudah memasuki verifikasi tahap 2 dimana operator dinas pendidikan menginput data calon peserta sertifikasi 2014. Kemendikbud juga telah menetapkan kebijakan-kebijakan pelaksanaan sertifikasi guru 2014. Masih seperti pola-pola tahun sebelumnya, alur sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2014 tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan pelaksanaan sertifikasi tahun 2013.

Jadwal sertifikasi 2014 tersebut adalah :

  • Clossing Entry Data direncanakan tanggal 31 Januari 2014. Clossing Entry Data disini adalah batas waktu yang diberikan kepada operator dinas pendidikan maupun LPMP untuk menginputkan data-data calon peserta sertifikasi guru 2014.
  • Pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) direncanakan dilaksanakan pada tanggal 18 s.d 23 Februari 2014. Jadwal UKG ini masih bersifat tentatif, karena pelaksanaan UKG memerlukan biaya yang tidak sedikit, sebab dilaksanakan secara nasional pada sekolah-sekolah yang ditunjuk sebagai tempat uji kompetensi (TUK) yang tersebar diseluruh kecamatan di Indonesia. Pelaksanaan UKG ini diperuntukkan bagi guru yang belum pernah mengikuti UKG ditahun 2013. Adapun guru yang pernah mengikuti UKG ditahun 2013, tetapi bidang studi yang diujikan salah, maka status keikut sertaan guru tersebut pada UKG
    2014 masih menunggu kebijakan dari pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud).
  • Pengumuman daftar nama-nama peserta sertifikasi guru 2014 direncanakan dilaksanakan tanggal 11 Maret 2014. Saat ini sedang berlangsung verifikasi tahap 2 melalui AP2SG yang dilakukan oleh operator dinas kabupaten/kota dan LPMP. Nama-nama yang ditampilkan sebelumnya pada laman sergur.kemdiknas.go.id/sg13 masih bersifat sementara. Daftar nama-nama ini baru akan dirilis dan disesuaikan dengan jumlah kuota peserta sertifikasi kabupaten/kota yang baru akan ditetapkan setelah pelaksanaan UKG 2014.
  • Pengiriman berkas peserta dari dinas kabupaten/kota ke LPMP direncanakan dilaksanakan tanggal 12 s.d 15 Maret 2014. Dinas pendidikan kabupaten/kota akan mengirimkan berkas-berkas peserta sertifikasi 2014 yang telah diumumkan pada tanggal 11 Maret 2014. Berkas-berkas ini jumlahnya sama dengan kuota sertifikasi guru yang telah ditetapkan untuk kabupaten/kota masing-masing.
  • Verifikasi berkas di LPMP direncanakan dilaksanakan tanggal 15 s.d 25 Maret 2014. Operator LPMP akan memeriksa keabsahan berkas-berkas calon peserta yang dikirimkan ke LPMP oleh dinas pendidikan apakah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku atau tidak. Operator LPMP akan mengapprove/menyetujui atau tidak data usulan calon peserta melalui aplikasi AP2SG.
  • Pencetakan format A1 direncanakan dilaksanakan pada tanggal 25 s.d 30 Maret 2014. Pencetakan format A1 ini dilakukan oleh operator dinas kabupaten/kota. Nama-nama calon peserta yang telah di approve oleh operator LPMP akan dicetak format A1 nya melalui AP2SG. Format A1 ini akan disahkan oleh kepala dinas dan diserahkan kepada guru calon peserta sertifikasi guru 2014 yang telah ditetapkan. Format A1 selain diserahkan kepada guru yang bersangkutan, juga disimpan di dinas pendidikan sebagai pertinggal/arsip, dikirim ke LPMP dan dikirim ke LPTK penyelenggara PLPG. Format A1 ini jangan sampai hilang. Karena format A1 ini akan terus dibawa sebagai tanda bukti keikut sertaan guru yang bersangkutan hingga pelaksanaan PLPG.
  • Ploting peserta ke LPTK direncanakan pada tanggal 25 s.d 30 Maret 2014. Ploting peserta ini maksudnya adalah akan dilakukan proses penentuan LPTK tempat dimana seorang peserta sertifikasi akan mengikuti PLPG sesuai dengan bidang studi yang disertifikasikan. Plotting ini bersamaan dilaksanakan dengan proses pencetakan format A1.
  • Pelaksanaan sertifikasi guru direncanakan dilaksanakan pada bulan April s.d September 2014. Pada rentang waktu dari bulan April s.d September 2014 ini, LPTK akan melaksanakan proses PLPG.
  • Pelaporan hasil sertifikasi guru direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2014.

Demikianlah jadwal sertifikasi guru 2014, mulai dari tahap UKG hingga pelaksanaan PLPG tahun 2014 yang perlu dicermati oleh guru-guru yang belum bersertifikat pendidik. (source:forumptk)

]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Wed, 12 Mar 2014 01:30:16 +0000
Tahap Pelaksanaan Sertifikasi Guru tahun 2014 http://rayon125.org/index.php/home/133-tahap-pelaksanaan-sertifikasi-guru-tahun-2014 http://rayon125.org/index.php/home/133-tahap-pelaksanaan-sertifikasi-guru-tahun-2014 Kategori UKG 2013 adalah calon peserta yang sudah mengikuti UKG tahun 2013. Kategori ini tidak perlu mengikuti UKG tahun 2014 kecuali bagi yang merubah bidang studi sertifikasi, tidak lagi sesuai dengan bidang studi sertifikasi pada saat UKG tahun 2013.

Kategori UKG 2014 adalah calon peserta yang belum mengikuti UKG 2013. Kategori ini akan mengikuti UKG 2014.

TUK : Tempat pelaksanaan Uji Kompetensi

Bagi peserta UKG2013 dengan kode mapel #488, jika bidang studi ketika pelaksanaan UKG 2013 adalah #224 - Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)maka tidak mengikuti UKG 2014 untuk seleksi calon peserta Sertifikasi Guru tahun 2014

Tahap Pelaksanaan Sertifikasi Guru tahun 2014

Berikut tahap pelaksanaan verifikasi calon peserta sertifikasi guru tahun 2014 :

  1. Tahap verifikasi Data - jadwal sd 31 Januari 2014.
  2. Persiapan (13 feb - 3 Mar 2014) dan pelaksanaan UKG 2014 (4 - 8 Maret 2014).
  3. Evaluasi peserta tidak lulus PLPG 2013
  4. Tahap penetapan Peserta sertifikasi guru tahun 2014
]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Fri, 07 Mar 2014 15:03:43 +0000
Peserta UKG Tahun 2014 http://rayon125.org/index.php/home/132-peserta-ukg-tahun-2014 http://rayon125.org/index.php/home/132-peserta-ukg-tahun-2014 Bagi peserta uji kompetensi tahun 2014, disediakan kesempatan untuk memperbaiki bidang studi sertifikasi (mapel UKG). Silahkan menghubungi operator AP2SG di dinas kabupaten/kota atau LPMP. 

Berikut tahap pelaksanaan verifikasi calon peserta sertifikasi guru tahun 2014 :

  1. Tahap verifikasi Data :
    • Tahap 1. Verifikasi data peserta UKG 2013 dan belum terdafatar sebagai peserta sertifikasi guru 2013
    • Tahap 2. Verifikasi dan penambahan data calon peserta
  2. Persiapan dan pelaksanaan UKG bagi calon baru
  3. Evaluasi calon tidak lulus PLPG 2013
  4. Tahap penetapan Peserta Sertifikasi Guru tahun 2014

Sumber data guru mengacu pada database NUPTK.

Jika ada informasi yang tidak sesuai selain informasi terkait sertifikasi guru, guru yang bersangkutan memperbaiki melalui prosedur yang sudah disediakan sistem informasi databse NUPTK.

Perbaikan informasi terkait sertifikasi guru harap menghubungi operator dinas kabupaten/kota. Informasi tersebut adalah Bidang studi sertifikasiPola sertifikasiBeban kerja, dan Tmt pengawas dan Kepengawasan bagi pengawas. 
Jika diperlukan, informasi berikut dapat diperbaiki melalui operator dinas kabupaten/kota adalah SK inpasingGaji PokokGelar depan dan Gelar belakang.

Selama proses sertifikasi pendidik, pada tahap sebelum maupun sesudahnya, tidak dipungut biaya apapun.

Sumber : Informasi Peserta Sertifikasi Guru

]]>
rayon25.untad@gmail.com (Haeruddin) Berita Terbaru Fri, 07 Mar 2014 12:14:54 +0000